AT-TAKAATSUR (BERMEGAH-MEGAHAN) Surat Ke-102 : 8 Ayat

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ


أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ
The mutual rivalry for piling up (the good things of this world) diverts you (from the more serious things),
001. (Telah membuat kalian lalai) atau telah melalaikan kalian dari taat kepada Allah (bermegah-megahan) yaitu saling bangga-membanggakan harta, anak-anak dan pembantu-pembantu.

حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ
Until ye visit the graves.
002. (Sampai kalian masuk ke dalam kubur) hingga kalian mati dikubur di dalam tanah; atau hingga kalian menghitung-hitung banyaknya orang yang telah mati.

كَلا سَوْفَ تَعْلَمُونَ
But nay, ye soon shall know (the reality).
003. (Janganlah begitu) kalimat ini mengandung hardikan dan cegahan (kelak kalian akan mengetahui.)

ثُمَّ كَلا سَوْفَ تَعْلَمُونَ
Again, ye soon shall know!
004. (Dan janganlah begitu, kelak kalian akan mengetahui) akibat buruk dari perbuatan kalian itu di kala kalian menjelang kematian, kemudian sewaktu kalian telah berada di dalam kubur.

كَلا لَوْ تَعْلَمُونَ عِلْمَ الْيَقِينِ
Nay, were ye to know with certainty of mind, (ye would beware!)
005. (Janganlah begitu) sesungguhnya (jika kalian mengetahui dengan pengetahuan yang yakin) tentang akibat perbuatan kalian itu, niscaya kalian tidak akan lalai taat kepada Allah.

لَتَرَوُنَّ الْجَحِيمَ
Ye shall certainly see Hell-Fire!
006. (Niscaya kalian benar-benar akan melihat neraka Jahim) Jawab Qasamnya tidak disebutkan, yaitu niscaya kalian tidak akan sibuk dengan bermegah-megahan yang melalaikan kalian dari taat kepada Allah. Lafal Latarawunna pada asalnya adalah Latarawunanna, kemudian Lam Fi’il dan ‘Ain Fi’ilnya dibuang, kemudian harakatnya diberikan kepada Wau, sehingga jadilah Latarawunna.

ثُمَّ لَتَرَوُنَّهَا عَيْنَ الْيَقِينِ
Again, ye shall see it with certainty of sight!
007. (Dan sesungguhnya kalian benar-benar akan melihatnya) kalimat ayat ini mengukuhkan makna ayat sebelumnya (dengan pengetahuan yang yakin) lafal ‘Ainal Yaqiin adalah Mashdar; demikian itu karena lafal Ra-aa dan lafal ‘Aayana mempunyai arti yang sama.

ثُمَّ لَتُسْأَلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيمِ
Then, shall ye be questioned that Day about the joy (ye indulged in!).
008. (Kemudian kalian pasti akan ditanyai) lafal Latus-alunna dibuang daripadanya Nun alamat Rafa’ karena berturut-turutnya huruf Nun, dibuang pula daripadanya Wawu dhamir jamak, tetapi bukan karena ‘Illat atau sebab bertemunya kedua huruf yang disukunkan; bentuk asal daripada Latus-alunna adalah Latus-aluunanna (pada hari itu) yakni di hari kalian melihat neraka Jahim (tentang kenikmatan) yang kalian peroleh semasa di dunia, yaitu berupa kesehatan, waktu luang, keamanan, makanan, minuman dan nikmat-nikmat lainnya. Artinya dipergunakan untuk apakah kenikmatan itu?

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: