ASH-SHAAFFAAT (YANG BERSHAF-SHAF) Surat Ke-37 : 182 Ayat

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ


وَالصَّافَّاتِ صَفًّا
By those who range themselves in ranks,
001. (Demi yang bersaf-saf dengan sebenar-benarnya) yaitu para malaikat yang berbaris membentuk saf-saf dalam menyembah Allah, atau para malaikat yang sayap-sayapnya bersaf-saf membentuk barisan di udara sambil menunggu apa yang diperintahkan kepada mereka.

فَالزَّاجِرَاتِ زَجْرًا
And so are strong in repelling (evil),
002. (Dan demi rombongan yang menggiring dengan sebenar-benarnya) demi para malaikat yang menggiring atau mengarak awan.

فَالتَّالِيَاتِ ذِكْرًا
And thus proclaim the Message (of Allah)!
003. (Dan demi rombongan yang membacakan) maksudnya para pembaca Alquran yang sedang membacakannya sebagai (peringatan) lafal Dzikran menjadi Mashdar dari makna Fi’il At-Taaliyaat. Maksudnya, demi para qari yang membacakan peringatan atau Alquran.

إِنَّ إِلَهَكُمْ لَوَاحِدٌ
Verily, verily, your Allah is one!-
004. (Sesungguhnya Tuhan kalian) hai penduduk Mekah (benar-benar Esa.)

رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالأرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ الْمَشَارِقِ
Lord of the heavens and of the earth and all between them, and Lord of every point at the rising of the sun!
005. (Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbit matahari) dan tempat-tempat terbenamnya pada setiap harinya, yaitu arah Timur dan arah Barat.

إِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاءَ الدُّنْيَا بِزِينَةٍ الْكَوَاكِبِ
We have indeed decked the lower heaven with beauty (in) the stars,-
006. (Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang) dengan cahayanya, atau hiasan itu berupa bintang-bintang itu sendiri. Pengertian Idhafah di sini mengandung makna bayan atau menjelaskan, perihalnya sama dengan makna qiraat yang menanwinkannya.

وَحِفْظًا مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ مَارِدٍ
(For beauty) and for guard against all obstinate rebellious evil spirits,
007. (Dan sebagai pemelihara) lafal Hifzhan dinashabkan oleh Fi’il yang diperkirakan keberadaannya pada sebelumnya, yakni Kami memelihara langit dengan bintang-bintang atau meteor-meteor (dari setiap) lafal ayat ini berta’alluq kepada Fi’il yang diperkirakan keberadaannya (setan yang durhaka) setan yang membangkang atau tidak mau taat.

لا يَسَّمَّعُونَ إِلَى الْمَلإ الأعْلَى وَيُقْذَفُونَ مِنْ كُلِّ جَانِبٍ
(So) they should not strain their ears in the direction of the Exalted Assembly but be cast away from every side,
008. (Mereka tidak dapat mendengar-dengarkan) maksudnya setan-setan itu tidak dapat mendengar-dengarkan apa yang telah dipelihara oleh-Nya. Lafal ayat ini merupakan jumlah Isti’naf (pembicaraan para malaikat) yang berada di langit. Lafal Yasma’uuna dimuta’addikan dengan huruf Ilaa karena pengertiannya mengandung makna seperti apa yang terdapat di dalam lafal Al-Ishghaa. Menurut suatu qiraat dibaca La Yassamma’uuna dengan memakai Tasydid pada huruf Mim dan Sin-nya, berasal dari lafal Yatasamma’uuna, kemudian huruf Ta diidgamkan kepada huruf Sin, sehingga jadilah Yassamma’uuna (Dan mereka dilempari) yakni setan-setan itu dengan meteor-meteor (dari segala penjuru) langit.

دُحُورًا وَلَهُمْ عَذَابٌ وَاصِبٌ
Repulsed, for they are under a perpetual penalty,
009. (Untuk mengusir mereka) lafal Duhuuran bentuk Mashdar dari lafal Daharahu, artinya dia mengusir mereka dan menjauhkan mereka, juga menjadi Maf’ul Lah (dan bagi mereka) di akhirat kelak (azab yang kekal) yang abadi.

إِلا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَأَتْبَعَهُ شِهَابٌ ثَاقِبٌ
Except such as snatch away something by stealth, and they are pursued by a flaming fire, of piercing brightness.
010. (Terkecuali setan yang mencuri-curi -pembicaraan malaikat- dengan sekali curi) lafal Al-Khathfah adalah Mashdar Marrah dan yang diistitsnakan atau yang dikecualikan adalah dhamir yang terkandung di dalam lafal Laa Yasma’uuna. Maksudnya, tiada yang dapat mendengarkan pembicaraan para malaikat kecuali hanya setan yang dapat mencuri-curinya dengan cepat (maka ia dikejar oleh meteor) yakni bintang yang bercahaya (yang melubanginya) yang menembus tubuh setan-setan itu, atau membakarnya, atau membuatnya cacat.

فَاسْتَفْتِهِمْ أَهُمْ أَشَدُّ خَلْقًا أَمْ مَنْ خَلَقْنَا إِنَّا خَلَقْنَاهُمْ مِنْ طِينٍ لازِبٍ
Just ask their opinion: are they the more difficult to create, or the (other) beings We have created? Them have We created out of a sticky clay!
011. (Maka tanyakanlah kepada mereka) kepada orang-orang kafir Mekah, kalimat ayat ini mengandung makna Taqrir atau Taubikh, yakni mengandung nada menetapkan atau celaan, ( “Apakah mereka yang lebih kukuh kejadiannya ataukah yang telah Kami ciptakan itu? “) yakni para malaikat, langit, bumi dan semua apa yang ada di antara keduanya. Didatangkannya lafal Man mengandung pengertian memprioritaskan makhluk yang berakal. (Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka) asal mereka, yaitu Nabi Adam (dan tanah liat) tanah yang melekat di tangan bilamana dipegang. Maksudnya, kejadian mereka adalah dari sesuatu yang lemah, karena itu janganlah mereka bersikap takabur dan sombong, yakni mengingkari Nabi saw. dan Alquran, yang hal ini dengan mudah dapat mengakibatkan mereka terjerumus ke dalam jurang kebinasaan.

بَلْ عَجِبْتَ وَيَسْخَرُونَ
Truly dost thou marvel, while they ridicule,
012. (Bahkan) lafal Bal di sini menunjukkan arti Intiqal, yakni perpindahan dari suatu topik pembicaraan kepada pembicaraan yang lain, yaitu pembahasan mengenai keadaan Nabi Muhammad dan orang-orang kafir Mekah (kamu heran) pembicaraan ayat ini ditujukan kepada Nabi saw. yakni kamu heran akan keingkaran mereka terhadapmu (dan) mereka (menghinakan kamu) karena keherananmu itu.

وَإِذَا ذُكِّرُوا لا يَذْكُرُونَ
And, when they are admonished, pay no heed,-
013. (Dan apabila mereka diberi pelajaran) maksudnya, dinasihati dengan ayat-ayat Alquran (mereka tiada mengingatinya) mereka tidak menjadikannya sebagai pelajaran.

وَإِذَا رَأَوْا آيَةً يَسْتَسْخِرُونَ
And, when they see a Sign, turn it to mockery,
014. (Dan apabila mereka melihat sesuatu tanda kebesaran Allah) seperti terbelahnya bulan (mereka sangat menghinakan) mereka menghina dan mengejeknya.

وَقَالُوا إِنْ هَذَا إِلا سِحْرٌ مُبِينٌ
And say, “This is nothing but evident sorcery!
015. (Dan mereka berkata) sehubungan dengan adanya tanda kebesaran Allah itu, ( “Tiada lain) tidak lain (ini hanyalah sihir yang nyata “) jelas sihirnya. Kemudian mereka berkata seraya mengingkari adanya hari berbangkit:

أَئِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَئِنَّا لَمَبْعُوثُونَ
“What! when we die, and become dust and bones, shall we (then) be raised up (again)
016. (Apakah apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah serta menjadi tulang-belulang, apakah benar-benar kami akan dibangkitkan?) lafal A-idzaa dan A-innaa dapat pula dibaca Tas-hil, sehingga bacaannya menjadi Ayidzaa dan Ayinnaa.

أَوَآبَاؤُنَا الأوَّلُونَ
“And also our fathers of old? ”
017. (Dan apakah bapak-bapak kami yang telah dahulu) kalau dibaca Au berarti huruf ‘Athaf, jika dibaca Awa, berarti huruf Istifham, Wawu-nya adalah huruf ‘Athaf, sedangkan Ma’thuf ‘Alaihnya adalah Inna dan Isimnya secara Mahall, atau di’athafkan kepada Dhamir yang terkandung di dalam lafal Lamab’uutsuuna, Hamzah Istifham sebagai pemisahnya. Maksudnya, apakah bapak-bapak kami yang telah dahulu akan dibangkitkan pula?

قُلْ نَعَمْ وَأَنْتُمْ دَاخِرُونَ
Say thou: “Yea, and ye shall then be humiliated (on account of your evil). ”
018. (Katakanlah kepada mereka, “Ya) mereka pasti dibangkitkan hidup kembali (dan kalian akan terhina “) kalian akan menjadi orang-orang yang terhina karenanya.

فَإِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَاحِدَةٌ فَإِذَا هُمْ يَنْظُرُونَ
Then it will be a single (compelling) cry; and behold, they will begin to see!
019. (Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanyalah dengan) dhamir pada ayat ini bersifat Mubham, kurang jelas, lalu ditafsirkan oleh ayat selanjutnya (suatu teriakan) atau satu hardikan saja (maka tiba-tiba mereka) yakni makhluk semuanya, menjadi hidup kembali seraya (melihat) apa yang dilakukan terhadap diri mereka.

وَقَالُوا يَا وَيْلَنَا هَذَا يَوْمُ الدِّينِ
They will say, “Ah! Woe to us! This is the Day of Judgment! ”
020. (Dan mereka berkata) yakni orang-orang kafir, ( “Aduhai!) lafal Ya di sini menunjukkan makna Tanbih (celakalah kita “) binasalah kita. Lafal Al-Wail merupakan bentuk Mashdar yang tidak mempunyai kata kerja dari lafalnya sendiri. Kemudian para malaikat berkata kepada orang-orang kafir itu. (Inilah hari pembalasan) hari penghisaban amal perbuatan dan pembalasannya.

هَذَا يَوْمُ الْفَصْلِ الَّذِي كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ
(A voice will say,) “This is the Day of Sorting Out, whose truth ye (once) denied! ”
021. (Inilah hari keputusan) di antara para makhluk semuanya (yang kalian selalu mendustakannya.)

احْشُرُوا الَّذِينَ ظَلَمُوا وَأَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوا يَعْبُدُونَ
“Bring ye up “, it shall be said, “The wrong-doers and their wives, and the things they worshipped-
022. Kemudian diperintahkan kepada para malaikat itu, ( “Kumpulkanlah orang-rang yang zalim) yaitu orang-orang yang berbuat aniaya terhadap diri mereka sendiri karena mereka telah berbuat kemusyrikan (beserta teman sejawat mereka) teman-teman karib mereka, yaitu setan-setan (dan sesembahan-sesembahan yang selalu mereka sembah.)

مِنْ دُونِ اللَّهِ فَاهْدُوهُمْ إِلَى صِرَاطِ الْجَحِيمِ
“Besides Allah, and lead them to the Way to the (Fierce) Fire!
023. (Selain Allah) yaitu berhala-berhala (maka tunjukkanlah kepada mereka) dan giringlah mereka (ke jalan jahim) atau jalan ke neraka.

وَقِفُوهُمْ إِنَّهُمْ مَسْئُولُونَ
“But stop them, for they must be asked:
024. (Dan tahanlah mereka) di tempat perhentian atau Ash-Shirat (karena sesungguhnya mereka akan ditanya “) mengenai semua perkataan dan perbuatan mereka.

مَا لَكُمْ لا تَنَاصَرُونَ
“‘What is the matter with you that ye help not each other?’ ”
025. Dikatakan kepada mereka dengan nada yang mengandung penghinaan dan cemoohan, ( “Kenapa kalian tidak tolong-menolong “) maksudnya mengapa sebagian di antara kalian tidak menolong kepada sebagian yang lain sebagaimana keadaan kalian waktu di dunia? Dan dikatakan pula kepada mereka:

بَلْ هُمُ الْيَوْمَ مُسْتَسْلِمُونَ
Nay, but that day they shall submit (to Judgment);
026. ( “Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri) atau mereka itu tunduk dalam keadaan penuh kehinaan.

وَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ يَتَسَاءَلُونَ
And they will turn to one another, and question one another.
027. (Sebagian dari mereka menghadap kepada sebagian yang lain berbantah-bantahan “) saling cela-mencela dan saling bantah-membantah.

قَالُوا إِنَّكُمْ كُنْتُمْ تَأْتُونَنَا عَنِ الْيَمِينِ
They will say: “It was ye who used to come to us from the right hand (of power and authority)! ”
028. (Mereka berkata) yaitu sebagian dari pengikut-pengikut mereka berkata kepada para pemimpin mereka, ( “Sesungguhnya kalianlah yang datang kepada kami dari kanan “) maksudnya, dari segi yang kami merasa percaya kepada kalian karena kalian telah bersumpah kepada kami, bahwa kalian adalah orang-orang yang benar, karenanya kami percaya kepada kalian, dan kami mengikuti kalian. Maksudnya sesungguhnya kalian telah menyesatkan kami.

قَالُوا بَلْ لَمْ تَكُونُوا مُؤْمِنِينَ
They will reply: “Nay, ye yourselves had no Faith!
029. (Mereka berkata) yakni pemimpin-pemimpin yang diikuti oleh mereka ( “Sebenarnya kalianlah yang tidak beriman “) dan sesungguhnya tidak akan percaya penyesatan yang kami lakukan seandainya kalian adalah orang-orang yang beriman, niscaya kalian akan ingkar terhadap kami.

وَمَا كَانَ لَنَا عَلَيْكُمْ مِنْ سُلْطَانٍ بَلْ كُنْتُمْ قَوْمًا طَاغِينَ
“Nor had we any authority over you. Nay, it was ye who were a people in obstinate rebellion!
030. (Dan sekali-kali kami tidak berkuasa terhadap kalian) kami tidak mempunyai kemampuan untuk memaksa kalian mengikuti kami (bahkan kalianlah kaum yang melampaui batas) maksudnya, orang-orang yang sesat seperti kami.

فَحَقَّ عَلَيْنَا قَوْلُ رَبِّنَا إِنَّا لَذَائِقُونَ
“So now has been proved true, against us, the word of our Lord that we shall indeed (have to) taste (the punishment of our sins).
031. (Maka pastilah) atau tetaplah (atas kita) semua (putusan Rabb kita) yakni azab-Nya, yaitu sebagaimana yang telah diungkapkan-Nya pada ayat yang lain, “Sesungguhnya Aku akan penuhi neraka Jahanam dengan jin dan manusia bersama-sama. ” (Q.S. As-Sajdah, 13). (sesungguhnya kita) semua (akan merasakan) azab dengan adanya keputusan itu, yang akhirnya membuat mereka berkata:

فَأَغْوَيْنَاكُمْ إِنَّا كُنَّا غَاوِينَ
“We led you astray: for truly we were ourselves astray. ”
032. (Maka kami telah menyesatkan kalian) sebagai penjelasan dari perkataan mereka yang disitir oleh firman-Nya (sesungguhnya kami adalah orang-orang yang sesat.)

فَإِنَّهُمْ يَوْمَئِذٍ فِي الْعَذَابِ مُشْتَرِكُونَ
Truly, that Day, they will (all) share in the Penalty.
033. Allah swt. berfirman, (Maka sesungguhnya mereka pada hari itu) pada hari kiamat (bersama-sama dalam azab) karena mereka bersekutu dalam kesesatan.

إِنَّا كَذَلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِينَ
Verily that is how We shall deal with Sinners.
034. (Sesungguhnya demikianlah) artinya, sebagaimana Kami memperlakukan mereka (Kami berbuat terhadap orang-orang yang jahat) selain mereka. Yakni Kami pasti akan mengazab orang yang sesat beserta pengikut-pengikutnya.

إِنَّهُمْ كَانُوا إِذَا قِيلَ لَهُمْ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ يَسْتَكْبِرُونَ
For they, when they were told that there is no god except Allah, would puff themselves up with Pride,
035. (Sesungguhnya mereka) yaitu orang-orang tersebut; dialamatkan kepada mereka karena berdasarkan penjelasan selanjutnya yaitu (dahulu apabila dikatakan kepada mereka, “Laa Ilaaha Illallaah “) Tiada Tuhan melainkan Allah, (mereka menyombongkan diri.)

وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُو آلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَجْنُونٍ
And say: “What! shall we give up our gods for the sake of a Poet possessed? ”
036. (Dan mereka berkata, “Apakah sesungguhnya kami) lafal A-innaa dapat pula dibaca Ayinnaa (harus meninggalkan sesembahan-sesembahan kami karena seorang penyair gila? “) yakni demi karena Muhammad.

بَلْ جَاءَ بِالْحَقِّ وَصَدَّقَ الْمُرْسَلِينَ
Nay! he has come with the (very) Truth, and he confirms (the Message of) the messengers (before him).
037. Allah swt. berfirman: (Sebenarnya dia Muhammad telah datang membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul) yang juga datang membawa kebenaran, yaitu kalimat Laa Ilaaha Illallaah/tidak ada Tuhan selain Allah.

إِنَّكُمْ لَذَائِقُو الْعَذَابِ الألِيمِ
Ye shall indeed taste of the Grievous Penalty;-
038. (Sesungguhnya kalian) di dalam ungkapan ini terkandung Iltifat karena seharusnya Innahum (pasti akan merasakan azab yang pedih.)

وَمَا تُجْزَوْنَ إِلا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
But it will be no more than the retribution of (the Evil) that ye have wrought;-
039. (Dan kalian tidak diberi pembalasan melainkan) pembalasan (apa yang telah kalian kerjakan.)

إِلا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ
But the sincere (and devoted) Servants of Allah,-
040. (Tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan) yakni hamba-hamba Allah yang beriman, Istitsna di sini bersifat Munqathi’, dan pembalasannya disebutkan pada firman selanjutnya, yaitu:

أُولَئِكَ لَهُمْ رِزْقٌ مَعْلُومٌ
For them is a Sustenance determined,
041. (Mereka itu memperoleh) di dalam surga (rezeki yang tertentu) setiap pagi dan sorenya.

فَوَاكِهُ وَهُمْ مُكْرَمُونَ
Fruits (Delights); and they (shall enjoy) honour and dignity,
042. (Yaitu buah-buahan) menjadi Badal atau ‘Athaf Bayan dari lafal Rizqun; yaitu bermacam-macam rezeki yang dimakan hanya untuk dinikmati, bukan untuk memelihara kesehatan, karena penduduk surga tidak perlu lagi memelihara kesehatan sebab mereka telah diciptakan untuk hidup abadi dan sehat selama-lamanya. (Dan mereka adalah orang-orang yang dimuliakan) dengan pahala yang berlimpah dari Allah swt.

فِي جَنَّاتِ النَّعِيمِ
In Gardens of Felicity,
043. (Di dalam surga-surga yang penuh nikmat.)

عَلَى سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ
Facing each other on Thrones (of Dignity):
044. (Di atas takhta-takhta kebesaran berhadap-hadapan) artinya, sebagian dari mereka duduk menghadap kepada sebagian yang lain, sehingga sebagian dari mereka tidak melihat tengkuk sebagian yang lainnya.

يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِكَأْسٍ مِنْ مَعِينٍ
Round will be passed to them a Cup from a clear-flowing fountain,
045. (Diedarkan kepada mereka) maksudnya, kepada masing-masing di antara mereka diedarkan (gelas) yaitu tempat untuk minum berikut minumannya (yang berisikan khamar dari sungai khamar) yang mengalir bagaikan sungai di bumi.

بَيْضَاءَ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ
Crystal-white, of a taste delicious to those who drink (thereof),
046. (Warnanya putih) lebih putih daripada air susu (sedap rasanya) sangat lezat rasanya (bagi orang-orang yang minum) berbeda dengan khamar di dunia yang apabila diminum rasanya tidak enak.

لا فِيهَا غَوْلٌ وَلا هُمْ عَنْهَا يُنْزَفُونَ
Free from headiness; nor will they suffer intoxication therefrom.
047. (Tidak ada di dalam khamar itu alkohol) yakni zat yang membuat akal mereka mabuk (dan mereka tiada mabuk karenanya) dapat dibaca Yunzafuuna atau yanzifuuna, yang berasal dari kalimat, Nazafasy Syaaribu, dan Anzafa, artinya memabukkan; maksudnya khamar surga itu tidak memabukkan berbeda halnya dengan khamar di dunia.

وَعِنْدَهُمْ قَاصِرَاتُ الطَّرْفِ عِينٌ
And besides them will be chaste women, restraining their glances, with big eyes (of wonder and beauty).
048. (Di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang tidak liar pandangannya) yaitu bidadari-bidadari yang selalu menundukkan pandangan matanya, atau dengan kata lain mereka hanya memandang suami-suami mereka saja dan tidak memandang orang lain, karena menurut mereka suami-suami mereka adalah orang-orang yang paling cakap (dan jelita matanya) artinya mata bidadari-bidadari itu sangat jelita.

كَأَنَّهُنَّ بَيْضٌ مَكْنُونٌ
As if they were (delicate) eggs closely guarded.
049. (Seakan-akan mereka) yakni warna kulit mereka (adalah telur) burung unta (yang tersimpan dengan baik) bagaikan telur burung unta yang terlindungi oleh bulu induknya, sehingga tidak ada suatu debu pun yang menempel padanya, demikian pula warnanya, putih kekuning-kuningan, warna kulit seperti itu adalah warna kulit wanita yang paling cantik.

فَأَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلَى بَعْضٍ يَتَسَاءَلُونَ
Then they will turn to one another and question one another.
050. (Lalu sebagian mereka menghadap) yakni sebagian penduduk surga (kepada sebagian yang lain sambil bercakap-cakap) mengenai apa yang telah mereka lakukan di dunia.

قَالَ قَائِلٌ مِنْهُمْ إِنِّي كَانَ لِي قَرِينٌ
One of them will start the talk and say: “I had an intimate companion (on the earth),
051. (Berkatalah salah seorang di antara mereka, “Sesungguhnya aku dahulu di dunia mempunyai seorang teman) yakni teman yang ingkar kepada adanya hari berbangkit.

يَقُولُ أَئِنَّكَ لَمِنَ الْمُصَدِّقِينَ
“Who used to say, ‘what! art thou amongst those who bear witness to the Truth (of the Message)?
052. (Yang berkata,) kepadaku dengan nada yang mengejek, (‘Apakah kamu sungguh-sungguh termasuk orang-orang yang membenarkan) adanya hari berbangkit?

أَئِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا أَئِنَّا لَمَدِينُونَ
“‘When we die and become dust and bones, shall we indeed receive rewards and punishments?’ ”
053. (Apakah apabila kita telah mati dan kita telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah sesungguhnya kita) kedua huruf Hamzah pada ketiga tempat yang disebutkan di atas, yaitu A-innaka, A-idzaa dan A-innaa boleh dibaca Tahqiq dan boleh pula dibaca Tas-hil (benar-benar akan dibangkitkan untuk diberi pembalasan?’) maksudnya akan dibalas dan dihisab? Ia ternyata ingkar kepada hal tersebut.

قَالَ هَلْ أَنْتُمْ مُطَّلِعُونَ
(A voice) said: “Would ye like to look down? ”
054. (Berkata pulalah ia) yaitu penghuni surga yang mengatakan demikian kepada temannya (‘Maukah kamu melihat keadaan temanku itu?’ “) maksudnya bersama-sama untuk melihat apa yang dialami temannya di dalam neraka? Temannya menjawab, “Tidak mau. ”

فَاطَّلَعَ فَرَآهُ فِي سَوَاءِ الْجَحِيمِ
He looked down and saw him in the midst of the Fire.
055. (Maka ia meninjaunya) yakni orang yang mengatakan demikian itu dari sebagian jendela surga (lalu ia melihat temannya itu) yaitu temannya yang ingkar kepada adanya hari berbangkit itu (di tengah-tengah neraka menyala-nyala) berada di tengah-tengah neraka Jahim.

قَالَ تَاللَّهِ إِنْ كِدْتَ لَتُرْدِينِ
He said: “By Allah! thou wast little short of bringing me to perdition!
056. (Ia berkata pula) dengan nada mengejek, ( “Demi Allah, sesungguhnya) lafal In di sini adalah bentuk Takhfif dari Inna (kamu benar-benar hampir) kamu hampir saja (mencelakakanku) membinasakan aku melalui penyesatanmu itu.

وَلَوْلا نِعْمَةُ رَبِّي لَكُنْتُ مِنَ الْمُحْضَرِينَ
“Had it not been for the Grace of my Lord, I should certainly have been among those brought (there)!
057. (Jika tidak karena nikmat Rabbku) atas diriku yaitu berupa iman (pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret) bersamamu ke dalam neraka. Dan penduduk surga berkata,

أَفَمَا نَحْنُ بِمَيِّتِينَ
“Is it (the case) that we shall not die,
058. (Maka apakah kita tidak akan mati.)

إِلا مَوْتَتَنَا الأولَى وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِينَ
“Except our first death, and that we shall not be punished? ”
059. (Melainkan hanya kematian kita yang pertama) yakni kematian kita di dunia (dan kita tidak akan disiksa di akhirat ini? “) Istifham atau kata tanya di sini mengandung makna menetapkan kenikmatan yang mereka rasakan dan sebagai ungkapan rasa syukur mereka atas nikmat yang telah dilimpahkan Allah kepada diri mereka, yaitu mereka dijadikan hidup abadi dengan penuh kenikmatan dan tidak disiksa untuk selama-lamanya.

إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
Verily this is the supreme achievement!
060. (Sesungguhnya ini) yakni apa yang Aku jelaskan mengenai keadaan penduduk surga (benar-benar kemenangan yang besar.)

لِمِثْلِ هَذَا فَلْيَعْمَلِ الْعَامِلُونَ
For the like of this let all strive, who wish to strive.
061. (Untuk kemenangan serupa ini hendaklah berusaha orang-orang yang beramal) menurut suatu pendapat, bahwa perkataan ini ditujukan kepada mereka. Dan menurut pendapat yang lain disebutkan, bahwa merekalah yang mengatakan demikian.

أَذَلِكَ خَيْرٌ نُزُلا أَمْ شَجَرَةُ الزَّقُّومِ
Is that the better entertainment or the Tree of Zaqqum?
062. (Apakah yang demikian itu) hal-hal yang telah disebutkan bagi ahli surga itu (merupakan hidangan yang lebih baik) suguhan atau hidangan yang diperuntukkan menjamu tamu atau orang yang menginap (ataukah pohon zaqqum) yang disediakan buat ahli neraka; pohon zaqqum adalah pohon yang paling buruk dan sangat pahit rasanya, tempat asalnya adalah Tihamah. Allah menumbuhkan pohon itu di dalam neraka Jahim, sebagaimana yang akan diterangkan nanti.

إِنَّا جَعَلْنَاهَا فِتْنَةً لِلظَّالِمِينَ
For We have truly made it (as) a trial for the wrong-doers.
063. (Sesungguhnya Kami menjadikan pohon zaqqum itu) artinya ditumbuhkannya pohon tersebut di dalam neraka (sebagai fitnah bagi orang-orang yang lalim) yakni orang-orang kafir Mekah, karena mereka telah mengatakan, bahwa api itu membakar pohon, mana mungkin di dalam neraka dapat ditumbuhkan pohon.

إِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِي أَصْلِ الْجَحِيمِ
For it is a tree that springs out of the bottom of Hell-Fire:
064. (Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang keluar dari dasar neraka yang menyala) yakni dari dasar neraka Jahanam, dan ranting-rantingnya mencuat sampai ke relung-relungnya.

طَلْعُهَا كَأَنَّهُ رُءُوسُ الشَّيَاطِينِ
The shoots of its fruit-stalks are like the heads of devils:
065. (Mayangnya) diserupakan dengan mayang pohon kurma (seperti kepala setan-setan) maksudnya, seperti ular-ular yang sangat buruk dan menjijikkan tampangnya.

فَإِنَّهُمْ لآكِلُونَ مِنْهَا فَمَالِئُونَ مِنْهَا الْبُطُونَ
Truly they will eat thereof and fill their bellies therewith.
066. (Maka sesungguhnya mereka) yakni orang-orang kafir (benar-benar memakan sebagian dari pohon itu) sekalipun rasanya sangat memuakkan, karena mereka dalam keadaan sangat lapar (maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu.)

ثُمَّ إِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْبًا مِنْ حَمِيمٍ
Then on top of that they will be given a mixture made of boiling water.
067. (Kemudian sesudah makan buah pohon zaqqum itu pasti mereka mendapat minuman yang bercampur dengan air yang sangat panas) yang mereka minum, hingga bercampur di dalam perut mereka apa yang mereka makan dan apa yang mereka minum itu.

ثُمَّ إِنَّ مَرْجِعَهُمْ لإلَى الْجَحِيمِ
Then shall their return be to the (Blazing) Fire.
068. (Kemudian sesungguhnya tempat kembali mereka benar-benar ke neraka Jahim) ayat ini memberikan pengertian, bahwa mereka keluar dahulu dari dalam neraka untuk meminum air hamim atau air yang sangat panas itu, dan bahwasanya air yang sangat panas itu adanya di luar neraka.

إِنَّهُمْ أَلْفَوْا آبَاءَهُمْ ضَالِّينَ
Truly they found their fathers on the wrong Path;
069. (Karena sesungguhnya mereka mendapati) menemukan (bapak-bapak mereka dalam keadaan sesat.)

فَهُمْ عَلَى آثَارِهِمْ يُهْرَعُونَ
So they (too) were rushed down on their footsteps!
070. (Lalu mereka sangat tergesa-gesa mengikuti jejak orang-orang tua mereka itu) atau terburu-buru mengikutinya, oleh karenanya mereka tergesa-gesa mengikuti kesesatan bapak-bapak mereka, tanpa berpikir lebih jauh lagi.

وَلَقَدْ ضَلَّ قَبْلَهُمْ أَكْثَرُ الأوَّلِينَ
And truly before them, many of the ancients went astray;-
071. (Dan sesungguhnya telah sesat sebelum mereka sebagian besar dari orang-orang yang dahulu) umat-umat yang terdahulu.

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا فِيهِمْ مُنْذِرِينَ
But We sent aforetime, among them, (messengers) to admonish them;-
072. (Dan sesungguhnya telah Kami utus pemberi-pemberi peringatan di kalangan mereka) yakni rasul-rasul yang memberi peringatan kepada mereka.

فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُنْذَرِينَ
Then see what was the end of those who were admonished (but heeded not),-
073. (Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu) yakni orang-orang kafir itu, kesudahan mereka mendapat azab.

إِلا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ
Except the sincere (and devoted) Servants of Allah.
074. (Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan -dari dosa-dosa-) yakni kaum mukminin, sesungguhnya mereka selamat dari azab, karena keikhlasan mereka dalam beribadah kepada Allah. Atau karena Allah telah membersihkan mereka dari dosa-dosanya, makna ini berdasar qiraat yang membacanya Mukhlashiina.

وَلَقَدْ نَادَانَا نُوحٌ فَلَنِعْمَ الْمُجِيبُونَ
(In the days of old), Noah cried to Us, and We are the best to hear prayer.
075. (Sesungguhnya Nuh telah menyeru Kami) melalui doanya, sebagaimana yang disitir oleh ayat lain, yaitu firman-Nya, “Sesungguhnya aku ini adalah orang yang dikalahkan, oleh sebab itu menangkanlah (aku). ” (Q.S. Al-Qamar, 10). (maka sesungguhnya sebaik-baik yang memperkenankan) doanya adalah Kami. Maksudnya, Nuh berdoa kepada Allah untuk dimenangkan atas kaumnya, lalu Allah binasakan mereka melalui banjir besar hingga mereka tenggelam semuanya.

وَنَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِ
And We delivered him and his people from the Great Calamity,
076. (Dan Kami telah menyelamatkannya beserta keluarganya dari bencana yang besar) yakni dari banjir yang besar itu.

وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهُ هُمُ الْبَاقِينَ
And made his progeny to endure (on this earth);
077. (Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan) dengan demikian maka manusia semuanya adalah anak cucu dari Nabi Nuh a.s. Nabi Nuh mempunyai tiga orang anak, yaitu Sam adalah bapak moyang bangsa Arab, bangsa Persia dan bangsa Romawi; Ham adalah bapak moyang bangsa yang berkulit hitam; Yafits adalah bapak moyang bangsa Turki, bangsa Khazr, Ya’juj dan Ma’juj dan lain-lainnya.

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الآخِرِينَ
And We left (this blessing) for him among generations to come in later times:
078. (Dan Kami abadikan) Kami lestarikan (untuk Nuh itu) pujian yang baik (di kalangan orang-orang yang datang kemudian) yakni para nabi dan semua umat manusia hingga hari kiamat.

سَلامٌ عَلَى نُوحٍ فِي الْعَالَمِينَ
“Peace and salutation to Noah among the nations! ”
079. (Kesejahteraan) dari Kami dilimpahkan atas Nuh di seluruh alam.)

إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ
Thus indeed do we reward those who do right.
080. (Sesungguhnya demikianlah Kami,) artinya sebagaimana Kami memberikan balasan kepada mereka (Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.)

إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ
For he was one of our believing Servants.
081. (Sesungguhnya dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman.)

ثُمَّ أَغْرَقْنَا الآخَرِينَ
Then the rest we overwhelmed in the Flood.
082. (Kemudian Kami tenggelamkan orang-orang yang lain) yakni orang-orang kafir dari kaum Nabi Nuh.

وَإِنَّ مِنْ شِيعَتِهِ لإبْرَاهِيمَ
Verily among those who followed his Way was Abraham.
083. (Dan sesungguhnya di antara golongan Nuh) yang mengikutinya dalam masalah pokok agama, yaitu masalah tauhid (adalah Ibrahim) sekalipun jarak zaman di antara keduanya sangat jauh, yaitu dua ribu enam ratus empat puluh tahun; dan adalah di antara keduanya terdapat Nabi Hud dan Nabi Saleh.

إِذْ جَاءَ رَبَّهُ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
Behold! he approached his Lord with a sound heart.
084. (Ingatlah ketika ia datang kepada Rabbnya) maksudnya, ia mengikuti-Nya sewaktu datang kepada kaumnya (dengan hati yang suci) dari keraguan dan hal-hal lainnya.

إِذْ قَالَ لأبِيهِ وَقَوْمِهِ مَاذَا تَعْبُدُونَ
Behold! he said to his father and to his people, “What is that which ye worship?
085. (Ingatlah ketika ia berkata) sedangkan ia dalam keadaan demikian, yakni bersih dari keraguan terhadap Rabbnya (kepada bapaknya dan kaumnya) dengan nada yang mencela. ( “Apakah) yang (kalian sembah itu?)

أَئِفْكًا آلِهَةً دُونَ اللَّهِ تُرِيدُونَ
“Is it a falsehood- gods other than Allah- that ye desire?
086. (Apakah dengan jalan berbohong) kedua huruf Hamzah pada ayat ini dapat dibaca Tahqiq atau Tas-hil (kalian menghendaki sesembahan-sesembahan selain Allah?) lafal Ifkan adalah Maf’ul Lah, dan lafal Aalihah adalah Maf’ul Bih bagi lafal Turiduuna. Al-Ifku artinya dusta yang paling buruk; makna yang dimaksud adalah, apakah kalian menyembah selain Allah?

فَمَا ظَنُّكُمْ بِرَبِّ الْعَالَمِينَ
“Then what is your idea about the Lord of the worlds? ”
087. (Maka apakah anggapanmu terhadap Rabb semesta alam? “) jika kalian menyembah selain-Nya; apakah kalian menganggap bahwa Dia akan membiarkan kalian tanpa mengazab kalian? Tentu saja tidak, Dia pasti mengazab kalian. Mereka adalah orang-orang ahli perbintangan. Lalu mereka keluar pada hari raya mereka dan meletakkan makanan mereka di depan latar berhala-berhala mereka, mereka menduga bahwa hal itu dapat membawa berkah pada makanan mereka. Apabila mereka kembali, maka mereka memakan makanan tersebut. Mereka mengatakan kepada Nabi Ibrahim, “Marilah kita keluar. ”

فَنَظَرَ نَظْرَةً فِي النُّجُومِ
Then did he cast a glance at the Stars.
088. (Lalu ia memandang sekali pandang ke bintang-bintang) untuk mengelabui mereka, bahwasanya dia percaya kepada bintang-bintang itu, supaya mereka tidak menaruh rasa curiga terhadap dirinya.

فَقَالَ إِنِّي سَقِيمٌ
And he said, “I am indeed sick (at heart)! ”
089. (Kemudian ia berkata, “Sesungguhnya aku sakit “) maksudnya, aku akan mengalami sakit.

فَتَوَلَّوْا عَنْهُ مُدْبِرِينَ
So they turned away from him, and departed.
090. (Lalu mereka berpaling daripadanya) menuju ke tempat perayaan mereka (dengan membelakangi)

فَرَاغَ إِلَى آلِهَتِهِمْ فَقَالَ أَلا تَأْكُلُونَ
Then did he turn to their gods and said, “will ye not eat (of the offerings before you)?…
091. (Kemudian ia pergi dengan diam-diam) atau Nabi Ibrahim berangkat dengan diam-diam menuju (kepada berhala-berhala mereka) yang pada saat itu di hadapannya terdapat banyak hidangan makanan (lalu ia berkata) dengan nada yang sinis ditujukan kepada berhala-berhala mereka itu, ( “Apakah kalian tidak makan? “) tetapi berhala-berhala itu diam saja.

مَا لَكُمْ لا تَنْطِقُونَ
“What is the matter with you that ye speak not (intelligently)? ”
092. Maka Ibrahim berkata, ( “Kenapa kalian tidak menjawab? “) ternyata berhala-berhala itu tidak juga menjawab.

فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًا بِالْيَمِينِ
Then did he turn upon them, striking (them) with the right hand.
093. (Lalu dihadapinya berhala-berhala itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya) artinya, dengan sekuat-kuatnya hingga berhala-berhala itu pecah berantakan. Berita penghancuran berhala-berhala itu sampai kepada kaumnya melalui orang-orang yang melihat Nabi Ibrahim sedang menghancurkannya.

فَأَقْبَلُوا إِلَيْهِ يَزِفُّونَ
Then came (the worshippers) with hurried steps, and faced (him).
094. (Kemudian kaumnya datang kepadanya dengan bergegas) mereka berjalan dengan terburu-buru, lalu mereka berkata kepada Nabi Ibrahim, “Kami menyembahnya sedangkan kamu memecahkannya. ”

قَالَ أَتَعْبُدُونَ مَا تَنْحِتُونَ
He said: “Worship ye that which ye have (yourselves) carved?
095. (Ibrahim berkata) kepada mereka dengan nada sinis, ( “Apakah kalian menyembah patung-patung yang kalian pahat itu?) dari batu dan dari bahan-bahan lainnya sebagai berhala-berhala yang kalian sembah.

وَاللَّهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُونَ
“But Allah has created you and your handwork! ”
096. (Padahal Allahlah yang telah menciptakan kalian dan apa yang kalian perbuat itu “) yakni tentang apa yang kalian pahat dan hasil pahatan kalian itu, karenanya sembahlah Dia dan esakanlah Dia. Huruf Maa di sini menurut suatu pendapat adalah Maa Mashdariyah, menurut pendapat lainnya adalah Maa Maushulah, dan menurut pendapat lainnya lagi adalah Maa Maushufah.

قَالُوا ابْنُوا لَهُ بُنْيَانًا فَأَلْقُوهُ فِي الْجَحِيمِ
They said, “Build him a furnace, and throw him into the blazing fire! ”
097. (Mereka berkata) di antara sesama mereka ( “Dirikanlah suatu bangunan untuknya) lalu kumpulkanlah kayu-kayu bakar di bawahnya, dan nyalakanlah api padanya, maka apabila ia telah menyala (lemparkanlah dia ke dalam api yang menyala-nyala itu “) yakni ke dalam api yang telah membesar nyalanya itu.

فَأَرَادُوا بِهِ كَيْدًا فَجَعَلْنَاهُمُ الأسْفَلِينَ
(This failing), they then sought a stratagem against him, but We made them the ones most humiliated!
098. (Mereka hendak melakukan tipu muslihat kepadanya) dengan melemparkannya ke dalam api yang menyala-nyala untuk membinasakannya (maka Kami jadikan mereka orang-orang yang hina) orang-orang yang dikalahkan; karena ternyata Nabi Ibrahim keluar dari dalam api itu dalam keadaan selamat tidak apa-apa.

وَقَالَ إِنِّي ذَاهِبٌ إِلَى رَبِّي سَيَهْدِينِ
He said: “I will go to my Lord! He will surely guide me!
099. (Dan Ibrahim berkata, “Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Rabbku) artinya berhijrah demi karena-Nya meninggalkan negeri orang-orang kafir (dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku) ke tempat yang aku diperintahkan-Nya berangkat ke sana, yaitu negeri Syam. Tatkala ia sampai di tanah suci yaitu Baitulmakdis, berkatalah ia dalam doanya,

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ
“O my Lord! Grant me a righteous (son)! ”
100. (‘Ya Rabbku! Anugerahkanlah kepadaku) seorang anak (yang termasuk orang-orang yang saleh.’)

فَبَشَّرْنَاهُ بِغُلامٍ حَلِيمٍ
So We gave him the good news of a boy ready to suffer and forbear.
101. (Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar) yakni yang banyak memiliki kesabaran.

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ
Then, when (the son) reached (the age of) (serious) work with him, he said: “O my son! I see in vision that I offer thee in sacrifice: Now see what is thy view! ” (The son) said: “O my father! Do as thou art commanded: thou will find me, if Allah so wills one practising Patience and Constancy! ”
102. (Maka tatkala anak itu sampai pada umur sanggup berusaha bersama-sama Ibrahim) yaitu telah mencapai usia sehingga dapat membantunya bekerja; menurut suatu pendapat bahwa umur anak itu telah mencapai tujuh tahun. Menurut pendapat yang lain bahwa pada saat itu anak Nabi Ibrahim berusia tiga belas tahun (Ibrahim berkata, “Hai anakku! Sesungguhnya aku melihat) maksudnya, telah melihat (dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu!) mimpi para nabi adalah mimpi yang benar, dan semua pekerjaan mereka berdasarkan perintah dari Allah swt. (maka pikirkanlah apa pendapatmu! “) tentang impianku itu; Nabi Ibrahim bermusyawarah dengannya supaya ia menurut, mau disembelih, dan taat kepada perintah-Nya. (Ia menjawab, “Hai bapakku) huruf Ta pada lafal Abati ini merupakan pergantian dari Ya Idhafah (kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu) untuk melakukannya (Insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar “) menghadapi hal tersebut.

فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ
So when they had both submitted their wills (to Allah), and he had laid him prostrate on his forehead (for sacrifice),
103. (Tatkala keduanya telah berserah diri) artinya, tunduk dan patuh kepada perintah Allah swt. (dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipisnya) Nabi Ismail dibaringkan pada salah satu pelipisnya; setiap manusia memiliki dua pelipis dan di antara keduanya terdapat jidat. Kejadian ini di Mina; kemudian Nabi Ibrahim menggorokkan pisau besarnya ke leher Nabi Ismail, akan tetapi berkat kekuasaan Allah pisau itu tidak mempan sedikit pun.

وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ
We called out to him “O Abraham!
104. (Dan Kami panggil dia, “Hai Ibrahim!)

قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ
“Thou hast already fulfilled the vision! ” – thus indeed do We reward those who do right.
105. (Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpimu itu “) melalui apa yang telah kamu kerjakan, yaitu melaksanakan penyembelihan yang diperintahkan itu atau dengan kata lain, cukuplah bagimu hal itu. Jumlah kalimat Naadainaahu merupakan jawab dari lafal Lammaa, hanya ditambahi Wau (sesungguhnya demikianlah) maksudnya, sebagaimana Kami memberikan pahala kepadamu (Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik) terhadap diri mereka sendiri dengan melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka, yaitu Kami akan melepaskan mereka dari kesulitan.

إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلاءُ الْمُبِينُ
For this was obviously a trial-
106. (Sesungguhnya ini) penyembelihan yang diperintahkan ini (benar-benar suatu ujian yang nyata) atau cobaan yang jelas.

وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ
And We ransomed him with a momentous sacrifice:
107. (Dan Kami tebus anak itu) maksudnya, anak yang diperintahkan untuk disembelih (Nabi Ismail). Menurut suatu pendapat bahwa anak yang disembelih itu adalah Nabi Ishak (dengan seekor sembelihan) yakni dengan domba (yang besar) dari surga, yaitu domba yang sama dengan domba yang dijadikan kurban oleh Habil. Domba itu dibawa oleh malaikat Jibril, lalu Nabi Ibrahim menyembelihnya seraya membaca takbir.

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الآخِرِينَ
And We left (this blessing) for him among generations (to come) in later times:
108. (Kami abadikan) Kami lestarikan (untuk Ibrahim itu di kalangan orang-orang yang datang kemudian) pujian yang baik.

سَلامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ
“Peace and salutation to Abraham! ”
109. ( “Kesejahteraan) dari Kami (dilimpahkan atas Ibrahim. “)

كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ
Thus indeed do We reward those who do right.
110. (Demikianlah) sebagaimana Kami memberikan imbalan pahala kepada Ibrahim (kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik) terhadap diri mereka sendiri.

إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ
For he was one of our believing Servants.
111. (Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.)

وَبَشَّرْنَاهُ بِإِسْحَاقَ نَبِيًّا مِنَ الصَّالِحِينَ
And We gave him the good news of Isaac – a prophet,- one of the Righteous.
112. (Dan Kami beri dia kabar gembira dengan kelahiran Ishak) dengan adanya ayat ini dapat disimpulkan, bahwa anak yang disembelih itu bukanlah Nabi Ishak tetapi anak Nabi Ibrahim yang lainnya, yaitu Nabi Ismail (seorang nabi) menjadi Hal dari lafal yang diperkirakan keberadaannya, artinya kelak ia akan menjadi seorang nabi (yang termasuk orang-orang yang saleh.)

وَبَارَكْنَا عَلَيْهِ وَعَلَى إِسْحَاقَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِهِمَا مُحْسِنٌ وَظَالِمٌ لِنَفْسِهِ مُبِينٌ
We blessed him and Isaac: but of their progeny are (some) that do right, and (some) that obviously do wrong, to their own souls.
113. (Kami limpahkan keberkatan atasnya) dengan diperbanyak anak cucunya (dan atas Ishak) anak Nabi Ibrahim, yaitu Kami menjadikan kebanyakan para nabi dari keturunannya. (Dan di antara anak cucunya ada yang berbuat baik) maksudnya, yang beriman (dan ada pula yang lalim terhadap dirinya sendiri) yang kafir (dengan nyata) nyata kekafirannya.

وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلَى مُوسَى وَهَارُونَ
Again (of old) We bestowed Our favour on Moses and Aaron,
114. (Dan sesungguhnya Kami telah melimpahkan nikmat atas Musa dan Harun) yakni nikmat kenabian.

وَنَجَّيْنَاهُمَا وَقَوْمَهُمَا مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيمِ
And We delivered them and their people from (their) Great Calamity;
115. (Dan Kami selamatkan keduanya dan kaumnya) yaitu kaum Bani Israel (dari bencana yang besar) dari perbudakan Firaun atas mereka.

وَنَصَرْنَاهُمْ فَكَانُوا هُمُ الْغَالِبِينَ
And We helped them, so they overcame (their troubles);
116. (Dan Kami tolong mereka) dari cengkeraman bangsa Koptik (maka jadilah mereka orang-orang yang menang.)

وَآتَيْنَاهُمَا الْكِتَابَ الْمُسْتَبِينَ
And We gave them the Book which helps to make things clear;
117. (Dan Kami berikan kepada keduanya kitab yang sangat jelas) yang di dalamnya terkandung hukum-hukum dan batasan-batasan serta hal-hal lainnya, yang kesemuanya itu diterangkan dengan jelas dan gamblang di dalamnya; Kitab yang dimaksud adalah Kitab Taurat.

وَهَدَيْنَاهُمَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
And We guided them to the Straight Way.
118. (Dan kami tunjuki keduanya ke jalan) yakni kepada tuntunan (yang lurus.)

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِمَا فِي الآخِرِينَ
And We left (this blessing) for them among generations (to come) in later times:
119. (Dan Kami abadikan) Kami lestarikan (untuk keduanya di kalangan orang-orang yang datang kemudian) pujian yang baik.

سَلامٌ عَلَى مُوسَى وَهَارُونَ
“Peace and salutation to Moses and Aaron! ”
120. (Yaitu “Kesejahteraan) dari Kami (dilimpahkan atas Musa dan Harun “.’)

إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ
Thus indeed do We reward those who do right.
121. (Sesungguhnya demikianlah) maksudnya, sebagaimana Kami memberikan balasan pahala kepada keduanya (Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.)

إِنَّهُمَا مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ
For they were two of our believing Servants.
122. (Sesungguhnya keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.)

وَإِنَّ إِلْيَاسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ
So also was Elias among those sent (by Us).
123. (Dan sesungguhnya Ilyas) dapat dibaca Ilyaas atau Alyaas (benar-benar termasuk salah seorang rasul-rasul) menurut suatu pendapat bahwa Nabi Ilyas itu adalah anak saudara lelaki Nabi Harun dan Nabi Musa. Menurut pendapat yang lain bukan; ia diutus oleh Allah kepada kaum yang tinggal di kota Ba’albak dan sekitarnya.

إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَلا تَتَّقُونَ
Behold, he said to his people, “Will ye not fear (Allah)?
124. (Ingatlah ketika) lafal Idz di sini dinashabkan oleh lafal Udzkur yang diperkirakan keberadaannya (ia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kalian tidak bertakwa) kepada Allah?

أَتَدْعُونَ بَعْلا وَتَذَرُونَ أَحْسَنَ الْخَالِقِينَ
“Will ye call upon Baal and forsake the Best of Creators,-
125. (Patutkah kalian menyembah Ba’l) Ba’l adalah nama berhala yang terbuat dari emas, dan dengan nama berhala itu pula negeri mereka diberi nama, lalu dimudhafkan kepada lafal Bik, sehingga jadilah Ba’alabak. Maksud ayat ini ialah mengapa kalian menyembahnya (dan kalian tinggalkan) artinya kalian tidak menyembah (sebaik-baik pencipta) yakni Allah; maksudnya mengapa kalian tidak menyembah Allah?

اللَّهَ رَبَّكُمْ وَرَبَّ آبَائِكُمُ الأوَّلِينَ
“Allah, your Lord and Cherisher and the Lord and Cherisher of your fathers of old? ”
126. (Yaitu Allah Rabb kalian dan Rabb bapak-bapak kalian yang terdahulu? “) kalau dibaca Allaahu Rabbukum Warabbu Aabaa-ikum, berarti sebelumnya diperkirakan adanya lafal Huwa. Kalau dibaca Allaaha Rabbakum warabba Aabaa-ikum berarti menjadi Badal dari lafal Ahsanal Khaaliqiina.

فَكَذَّبُوهُ فَإِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ
But they rejected him, and they will certainly be called up (for punishment),-
127. (Maka mereka mendustakannya, karena itu mereka akan diseret) ke dalam neraka.

إِلا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ
Except the sincere and devoted Servants of Allah (among them).
128. (Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan dari dosa) yaitu hamba-hamba Allah yang beriman, mereka diselamatkan dari neraka.

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الآخِرِينَ
And We left (this blessing) for him among generations (to come) in later times:
129. (Dan Kami abadikan untuk Ilyas di kalangan orang-orang yang datang kemudian) pujian yang baik.

سَلامٌ عَلَى إِلْ يَاسِينَ
“Peace and salutation to such as Elias! ”
130. (Yaitu “Kesejahteraan) dari Kami (dilimpahkan atas Ilyasin) yang dimaksud adalah Nabi Ilyas yang tadi, ia dinamakan demikian secara Taghlib, perihalnya sama dengan ucapan orang-orang Arab jika menamakan Muhallab dan kaumnya, mereka menamakannya Al-Muhallabuun. Dan menurut qiraat yang membacakannya menjadi Aali Yasiina dengan dipanjangkan harakat Hamzahnya, berarti keluarga Nabi Ilyas, dan makna yang dimaksud adalah Nabi Ilyas pula.

إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ
Thus indeed do We reward those who do right.
131. (Sesungguhnya demikianlah) sebagaimana Kami memberikan balasan pahala kepadanya (Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.)

إِنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِينَ
For he was one of our believing Servants.
132. (Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.)

وَإِنَّ لُوطًا لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ
So also was Lut among those sent (by Us).
133. (Dan sesungguhnya Luth benar-benar adalah seorang rasul.)

إِذْ نَجَّيْنَاهُ وَأَهْلَهُ أَجْمَعِينَ
Behold, We delivered him and his adherents, all
134. (Ingatlah ketika Kami selamatkan dia dan keluarganya pengikut-pengikutnya semua.)

إِلا عَجُوزًا فِي الْغَابِرِينَ
Except an old woman who was among those who lagged behind:
135. (Kecuali seorang perempuan tua istrinya yang berada bersama-sama orang yang ditinggal) orang-orang yang ditinggal tertimpa azab.

ثُمَّ دَمَّرْنَا الآخَرِينَ
Then We destroyed the rest.
136. (Kemudian Kami binasakan) Kami hancurkan (orang-orang yang lain) yaitu orang-orang yang kafir dari kaumnya.

وَإِنَّكُمْ لَتَمُرُّونَ عَلَيْهِمْ مُصْبِحِينَ
Verily, ye pass by their (sites), by day-
137. (Dan sesungguhnya kalian hai penduduk Mekah benar-benar akan melalui mereka) melalui bekas-bekas dan tempat-tempat tinggal mereka bila kalian mengadakan perjalanan (di waktu pagi) maksudnya di waktu siang hari.

وَبِاللَّيْلِ أَفَلا تَعْقِلُونَ
And by night: will ye not understand?
138. (Dan di waktu malam hari. Maka apakah kalian tidak memikirkan?) hai penduduk Mekah, mengenai apa yang telah menimpa mereka berupa azab, oleh karena kalian lalu mengambil pelajaran darinya.

وَإِنَّ يُونُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِينَ
So also was Jonah among those sent (by Us).
139. (Sesungguhnya Yunus benar-benar salah seorang rasul.)

إِذْ أَبَقَ إِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُونِ
When he ran away (like a slave from captivity) to the ship (fully) laden,
140. (Ingatlah ketika ia lari) maksudnya, minggat (ke kapal yang penuh muatan) hal ini terjadi sewaktu ia bersitegang dengan kaumnya, karena ternyata azab yang diancamkan olehnya kepada kaumnya tidak turun-turun juga, akhirnya ia melarikan diri naik kapal. Dan kapal yang dinaikinya itu berhenti di tengah laut yang besar ombaknya. Juru mudi kapal mengatakan, bahwa di dalam kapal ini terdapat seorang hamba yang melarikan diri dari tuannya, hal ini akan tampak jelas melalui undian.

فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِينَ
He (agreed to) cast lots, and he was condemned:
141. (Kemudian ia ikut berundi) para penumpang kapal itu semuanya diundi (lalu dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian itu) akibatnya ia dilemparkan ke laut.

فَالْتَقَمَهُ الْحُوتُ وَهُوَ مُلِيمٌ
Then the big Fish did swallow him, and he had done acts worthy of blame.
142. (Maka ia ditelan oleh ikan besar) ditelan bulat-bulat (dalam keadaan tercela) karena ia melakukan perbuatan yang tercela, yaitu pergi dengan memakai jalan laut kemudian naik kapal meninggalkan kaumnya, tanpa izin terlebih dahulu dari Rabbnya.

فَلَوْلا أَنَّهُ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِينَ
Had it not been that he (repented and) glorified Allah,
143. (Maka kalau sekiranya dia tidak termasuk orang-orang yang bertasbih) yakni selalu ingat kepada Allah, melalui zikirnya di dalam perut ikan seraya mengatakan, “Laa Ilaaha Illaa Anta Subhaanaka Innii Kuntu Minazh Zhaalimiina “, artinya, “Tidak ada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang aniaya. ”

لَلَبِثَ فِي بَطْنِهِ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ
He would certainly have remained inside the Fish till the Day of Resurrection.
144. (Niscaya ia akan tetap tinggal di perut ikan itu sampai hari berbangkit) artinya, niscaya perut ikan besar itu akan menjadi kuburnya hingga hari kiamat nanti.

فَنَبَذْنَاهُ بِالْعَرَاءِ وَهُوَ سَقِيمٌ
But We cast him forth on the naked shore in a state of sickness,
145. (Kemudian Kami lemparkan dia) Kami campakkan dia dari dalam perut ikan besar itu (ke daerah yang tandus) di permukaan bumi yang tandus, yakni ke tepi pantai pada hari itu juga, setelah tiga hari, tujuh hari, dua puluh hari atau setelah empat puluh hari sejak ia ditelan ikan besar itu (sedangkan ia dalam keadaan sakit) yakni kurus kering dan sakit bagaikan anak ayam yang terserang penyakit kok.

وَأَنْبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِنْ يَقْطِينٍ
And We caused to grow, over him, a spreading plant of the gourd kind.
146. (Dan Kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu) pohon itu dapat menaunginya dengan batangnya, berbeda keadaannya dengan pohon labu yang biasanya. Hal ini merupakan suatu mukjizat baginya, setiap pagi dan petang datang kepadanya kambing hutan, ia meminum air susu dari teteknya hingga ia kuat kembali.

وَأَرْسَلْنَاهُ إِلَى مِائَةِ أَلْفٍ أَوْ يَزِيدُونَ
And We sent him (on a mission) to a hundred thousand (men) or more.
147. (Dan Kami utus dia) sesudah itu, sebagaimana status sebelumnya, kepada kaum Bunainawiy yang tinggal di daerah Maushul (kepada seratus ribu orang atau) bahkan (lebih dari itu) yakni lebih dua puluh atau tiga puluh atau tujuh puluh ribu orang.

فَآمَنُوا فَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَى حِينٍ
And they believed; so We permitted them to enjoy (their life) for a while.
148. (Lalu mereka beriman) sewaktu mereka menyaksikan azab yang telah dijanjikan kepada mereka (karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka) artinya, kami biarkan mereka menikmati harta yang ada pada mereka (hingga waktu yang tertentu) hingga ajal mereka datang.

فَاسْتَفْتِهِمْ أَلِرَبِّكَ الْبَنَاتُ وَلَهُمُ الْبَنُونَ
Now ask them their opinion: Is it that thy Lord has (only) daughters, and they have sons?-
149. (Tanyakanlah kepada mereka) kepada orang-orang kafir Mekah; ungkapan ini dimaksud sebagai ejekan terhadap mereka, ( “Apakah untuk Rabb kamu anak-anak perempuan) sesuai dengan dugaan mereka bahwa para malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah (dan untuk mereka anak laki-laki) mereka memilih yang lebih kuat dan yang lebih baik.

أَمْ خَلَقْنَا الْمَلائِكَةَ إِنَاثًا وَهُمْ شَاهِدُونَ
Or that We created the angels female, and they are witnesses (thereto)?
150. (Atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan dan mereka menyaksikannya “) yakni mereka menyaksikan penciptaan Kami itu, yang karenanya mereka mengatakan demikian?

أَلا إِنَّهُمْ مِنْ إِفْكِهِمْ لَيَقُولُونَ
Is it not that they say, from their own invention,
151. (Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka dengan kebohongannya) dengan kedustaan mereka itu (benar-benar mengatakan,)

وَلَدَ اللَّهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ
“Allah has begotten children “? but they are liars!
152. ( “Allah beranak “) melalui perkataan mereka yang menyatakan bahwa malaikat-malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah. (Dan sesungguhnya mereka benar-benar orang yang berdusta) dalam hal ini.

أَصْطَفَى الْبَنَاتِ عَلَى الْبَنِينَ
Did He (then) choose daughters rather than sons?
153. (Apakah Tuhan memilih) lafal Ashthafaa Hamzahnya adalah Hamzah Istifham yang berharakat Fatah, oleh karenanya Hamzah Washal tidak dibutuhkan lagi, sebab itu dibuang. Yakni apakah Allah mengutamakan (anak-anak perempuan daripada anak laki-laki?)

مَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ
What is the matter with you? How judge ye?
154. (Apakah yang terjadi pada kalian? Bagaimanakah caranya kalian menetapkan?) kesimpulan yang rusak ini.

أَفَلا تَذَكَّرُونَ
Will ye not then receive admonition?
155. (Maka apakah kalian tidak memikirkan?) bahwasanya Allah swt. itu Maha Tinggi lagi Maha Suci dari mempunyai anak?

أَمْ لَكُمْ سُلْطَانٌ مُبِينٌ
Or have ye an authority manifest?
156. (Atau apakah kalian mempunyai bukti yang nyata?) artinya hujah yang jelas menyatakan bahwa Allah mempunyai anak.

فَأْتُوا بِكِتَابِكُمْ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ
Then bring ye your Book (of authority) if ye be truthful!
157. (Maka bawalah kitab kalian) kitab Taurat kalian, kemudian perlihatkanlah kepadaku mengenai hal itu di dalamnya (jika kalian memang orang-orang yang benar) di dalam perkataan dan dugaan kalian itu.

وَجَعَلُوا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْجِنَّةِ نَسَبًا وَلَقَدْ عَلِمَتِ الْجِنَّةُ إِنَّهُمْ لَمُحْضَرُونَ
And they have invented a blood-relationship between Him and the Jinns: but the Jinns know (quite well) that they have indeed to appear (before his Judgment-Seat)!
158. (Dan mereka adakan) orang-orang musyrik itu (antara Dia) yakni Allah swt. (dan antara jin) yakni malaikat dinamakan Al-Jinnah karena mereka tidak dapat dilihat oleh mata (hubungan nasab) melalui perkataan mereka yang menyatakan bahwasanya malaikat-malaikat itu adalah anak-anak perempuan Allah. (Dan sesungguhnya jin mengetahui bahwa mereka) yakni orang-orang yang mengatakan demikian (benar-benar akan diseret) ke dalam neraka dan mereka akan diazab di dalamnya.

سُبْحَانَ اللَّهِ عَمَّا يَصِفُونَ
Glory to Allah! (He is free) from the things they ascribe (to Him)!
159. (Maha Suci Allah) kalimat ini memahasucikan Dia (dari apa yang mereka sifatkan) yaitu bahwasanya Allah mempunyai anak.

إِلا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ
Not (so do) the Servants of Allah, sincere and devoted.
160. (Kecuali hamba-hamba Allah yang dibersihkan dari dosa) yakni kecuali orang-orang yang beriman. Istitsna di sini adalah bersifat Munqathi’. Maksudnya bahwa mereka yang beriman itu memahasucikan Allah swt. dari apa yang telah disifatkan oleh mereka kepada-Nya.

فَإِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُونَ
For, verily, neither ye nor those ye worship-
161. (Maka sesungguhnya kalian dan apa-apa yang kalian sembah itu) yakni berhala-berhala sesembahan-sesembahan kalian itu.

مَا أَنْتُمْ عَلَيْهِ بِفَاتِنِينَ
Can lead (any) into temptation concerning Allah,
162. (Sekali-kali kalian dengannya tidak akan dapat) dengan melalui sesembahan kalian itu; lafal ‘Alaihi berta’alluq kepada firman selanjutnya, yaitu (menyesatkan) seorang pun.

إِلا مَنْ هُوَ صَالِ الْجَحِيمِ
Except such as are (themselves) going to the blazing Fire!
163. (Kecuali orang-orang yang akan masuk neraka yang menyala-nyala) menurut ilmu Allah swt.

وَمَا مِنَّا إِلا لَهُ مَقَامٌ مَعْلُومٌ
(Those ranged in ranks say): “Not one of us but has a place appointed;
164. Malaikat Jibril berkata kepada Nabi saw., ( “Tiada seorang pun di antara kami) para malaikat (melainkan mempunyai kedudukan yang tertentu) di langit, di tempat itu ia beribadah kepada Allah dan tidak melampaui tempat atau kedudukan yang lain.

وَإِنَّا لَنَحْنُ الصَّافُّونَ
“And we are verily ranged in ranks (for service);
165. (Dan sesungguhnya kami benar-benar bersaf-saf) artinya meluruskan telapak kaki kami dalam salat.

وَإِنَّا لَنَحْنُ الْمُسَبِّحُونَ
“And we are verily those who declare (Allah’s) glory! ”
166. (Dan sesungguhnya kami benar-benar bertasbih. “) menyucikan Allah dari hal-hal yang tidak layak bagi-Nya.

وَإِنْ كَانُوا لَيَقُولُونَ
And there were those who said,
167. (Sesungguhnya) lafal In di sini adalah bentuk Takhfif dari lafal Inna (mereka) yakni orang-orang kafir Mekah (akan berkata,)

لَوْ أَنَّ عِنْدَنَا ذِكْرًا مِنَ الأوَّلِينَ
“If only we had had before us a Message from those of old,
168. ( “Kalau sekiranya di sisi kami ada sebuah peringatan) maksudnya, sebuah kitab (dari orang-orang yang dahulu) yakni dari kitab-kitab yang diturunkan kepada orang-orang yang dahulu.

لَكُنَّا عِبَادَ اللَّهِ الْمُخْلَصِينَ
“We should certainly have been Servants of Allah, sincere (and devoted)! ”
169. (Benar-benar kami akan jadi hamba Allah yang mukhlis “) maksudnya beribadah kepada-Nya semata.

فَكَفَرُوا بِهِ فَسَوْفَ يَعْلَمُونَ
But (now that the Qur’an has come), they reject it: But soon will they know!
170. Allah berfirman, ( “Tetapi mereka mengingkarinya) mengingkari Kitab yang diturunkan kepada mereka, yaitu Alquran kitab yang lebih mulia daripada kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya (kelak mereka akan mengetahui) akibat dari kekafiran dan keingkaran mereka itu.

وَلَقَدْ سَبَقَتْ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا الْمُرْسَلِينَ
Already has Our Word been passed before (this) to our Servants sent (by Us),
171. (Dan sesungguhnya telah tetap janji Kami) pertolongan Kami (kepada hamba-hamba Kami yang menjadi rasul) yaitu sebagaimana yang telah diungkapkan oleh firman-Nya yang lain, “Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang. ” (Q.S. Al-Mujadilah, 21).

إِنَّهُمْ لَهُمُ الْمَنْصُورُونَ
That they would certainly be assisted,
172. Atau janji tersebut sebagaimana yang diungkapkan-Nya pada ayat berikut ini, yaitu, (yaitu, ‘Sesungguhnya mereka itulah yang pasti mendapat pertolongan.’)

وَإِنَّ جُنْدَنَا لَهُمُ الْغَالِبُونَ
And that Our forces,- they surely must conquer.
173. (Dan sesungguhnya tentara Kami) yakni orang-orang mukmin (itulah yang pasti menang) atas orang-orang kafir melalui hujah, dan mendapat kemenangan atas mereka di dunia ini. Dan jika sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak mendapat kemenangan atas orang-orang kafir di dunia ini, maka mereka pasti mendapat kemenangan di akhirat nanti.

فَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتَّى حِينٍ
So turn thou away from them for a little while,
174. (Maka berpalinglah kamu dari mereka) yaitu dari orang-orang kafir Mekah (sampai suatu ketika “) sampai Dia memerintahkannya untuk memerangi mereka.

وَأَبْصِرْهُمْ فَسَوْفَ يُبْصِرُونَ
And watch them (how they fare), and they soon shall see (how thou farest)!
175. (Dan terangkanlah kepada mereka) apabila azab turun kepada mereka (maka kelak mereka akan mengetahui) akibat dari kekafiran mereka.

أَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُونَ
Do they wish (indeed) to hurry on our Punishment?
176. Maka mereka mengatakan dengan nada yang mengejek, “Kapankah turunnya azab itu? ” Lalu Allah berfirman mengancam mereka yang mengatakan demikian: (Maka apakah mereka meminta supaya siksa Kami disegerakan.)

فَإِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمْ فَسَاءَ صَبَاحُ الْمُنْذَرِينَ
But when it descends into the open space before them, evil will be the morning for those who were warned (and heeded not)!
177. (Maka apabila siksaan itu turun di halaman mereka) maksudnya, di tengah-tengah mereka. Sehubungan dengan makna lafal As-Saahah ini Imam Al-Farra mengatakan, bahwa orang-orang Arab bila menyebutkan suatu kaum cukup hanya dengan menyebutkan halaman tempat mereka tinggal (maka amat buruklah) yakni seburuk-buruk pagi hari adalah (pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu) di dalam ungkapan ayat ini terdapat Isim Zahir yang menduduki tempatnya Isim Mudhmar.

وَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتَّى حِينٍ
So turn thou away from them for a little while,
178. (Dan berpalinglah kamu dari mereka hingga suatu ketika.)

وَأَبْصِرْ فَسَوْفَ يُبْصِرُونَ
And watch (how they fare) and they soon shall see (how thou farest)!
179. (Dan lihatlah, karena mereka juga akan melihat) ayat ini diulangi penyebutannya dengan maksud untuk mengukuhkan ancaman yang ditujukan kepada mereka, dan sekaligus sebagai penenang hati bagi Nabi saw.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ
Glory to thy Lord, the Lord of Honour and Power! (He is free) from what they ascribe (to Him)!
180. (Maha Suci Rabbmu Yang mempunyai keperkasaan) yakni kemenangan (dari apa yang mereka katakan) yaitu, bahwa Dia memiliki anak.

وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ
And Peace on the messengers!
181. (Dan kesejahteraan dilimpahkan atas para rasul) yang menyampaikan ajaran tauhid dan syariat-syariat dari Allah swt.

وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
And Praise to Allah, the Lord and Cherisher of the Worlds.
182. (Dan segala puji bagi Allah Tuhan seru sekalian alam) Yang menolong mereka dan yang membinasakan orang-orang yang kafir.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: