AL-QIYAAMAH (HARI KIAMAT) Surat Ke-75 : 40 Ayat

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ


لا أُقْسِمُ بِيَوْمِ الْقِيَامَةِ
I do call to witness the Resurrection Day;
001. (Aku bersumpah dengan hari kiamat) huruf Laa di sini adalah huruf Zaidah.

وَلا أُقْسِمُ بِالنَّفْسِ اللَّوَّامَةِ
And I do call to witness the self-reproaching spirit: (Eschew Evil).
002. (Dan Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali) dirinya sendiri sekalipun ia berupaya sekuat tenaga di dalam kebaikan. Jawab Qasam tidak disebutkan; lengkapnya, Aku bersumpah dengan nama hari kiamat dan dengan nama jiwa yang banyak mencela, bahwa niscaya jiwa itu pasti akan dibangkitkan. Pengertian Jawab ini ditunjukkan oleh firman selanjutnya, yaitu:

أَيَحْسَبُ الإنْسَانُ أَلَّنْ نَجْمَعَ عِظَامَهُ
Does man think that We cannot assemble his bones?
003. (Apakah manusia mengira) yakni, orang kafir (bahwa Kami tidak akan mengumpulkan kembali tulang belulangnya) untuk dibangkitkan menjadi hidup kembali.

بَلَى قَادِرِينَ عَلَى أَنْ نُسَوِّيَ بَنَانَهُ
Nay, We are able to put together in perfect order the very tips of his fingers.
004. (Bukan demikian) Kami akan mengumpulkannya kembali (Kami kuasa) di samping mengumpulkan kembali tulang-tulangnya itu (menyusun kembali jari-jemarinya dengan sempurna) artinya, Kami dapat mengembalikan tulang jari-jemari itu sekalipun bentuknya kecil, maka terlebih lagi tulang-tulang lainnya yang lebih besar daripadanya.

بَلْ يُرِيدُ الإنْسَانُ لِيَفْجُرَ أَمَامَهُ
But man wishes to do wrong (even) in the time in front of him.
005. (Bahkan manusia itu hendak membuat maksiat terus-menerus) huruf Lam yang ada pada lafal Liyafjura adalah Zaidah, sedangkan lafal Yafjuru dinashabkan oleh An yang diperkirakan keberadaannya. Yakni dia selalu berbuat dusta (di dalam menghadapinya) di dalam menghadapi hari kiamat. Pengertian ini ditunjukkan oleh firman selanjutnya, yaitu:

يَسْأَلُ أَيَّانَ يَوْمُ الْقِيَامَةِ
He questions: “When is the Day of Resurrection? ”
006. (Ia bertanya, “Bilakah) Kapan (hari kiamat itu? “) pertanyaannya itu mengandung nada mengejek dan mendustakannya.

فَإِذَا بَرِقَ الْبَصَرُ
At length, when the sight is dazed,
007. (Maka apabila mata terbelalak) dapat dibaca Bariqa dan Baraqa, artinya kaget dan bimbang setelah ia melihat apa yang dahulu selalu ia dustakan.

وَخَسَفَ الْقَمَرُ
And the moon is buried in darkness.
008. (Dan apabila bulan telah hilang cahayanya) yakni menjadi gelap dan lenyap sinarnya.

وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُ
And the sun and moon are joined together,-
009. (Dan matahari dan bulan dikumpulkan) maka kedua-duanya terbit dari arah barat; atau kedua-duanya telah hilang sinarnya, yang demikian itu terjadi pada hari kiamat.

يَقُولُ الإنْسَانُ يَوْمَئِذٍ أَيْنَ الْمَفَرُّ
That Day will Man say: “Where is the refuge? ”
010. (Pada hari itu manusia berkata, “Ke mana tempat lari? “)

كَلا لا وَزَرَ
By no means! No place of safety!
011. (Sekali-kali tidak) lafal ini menunjukkan kata tolakan terhadap pencarian jalan lari. (Tidak ada tempat berlindung) tidak ada tempat mengungsi yang dapat dijadikan perlindungan baginya.

إِلَى رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمُسْتَقَرُّ
Before thy Lord (alone), that Day will be the place of rest.
012. (Hanya kepada Rabbmu sajalah pada hari itu tempat kembali) bagi semua makhluk, lalu mereka dihisab dan menerima pembalasan.

يُنَبَّأُ الإنْسَانُ يَوْمَئِذٍ بِمَا قَدَّمَ وَأَخَّرَ
That Day will Man be told (all) that he put forward, and all that he put back.
013. (Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya) yaitu semua amal perbuatannya dari mulai awal hingga akhir, diberitakan kepadanya.

بَلِ الإنْسَانُ عَلَى نَفْسِهِ بَصِيرَةٌ
Nay, man will be evidence against himself,
014. (Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri) yakni semua anggota tubuhnya memberikan kesaksian terhadap semua amal perbuatannya, sehingga ia tidak dapat mengingkarinya lagi. Huruf Ha yang ada pada lafal Bashiirah menunjukkan makna Mubalaghah.

وَلَوْ أَلْقَى مَعَاذِيرَهُ
Even though he were to put up his excuses.
015. (Meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya) lafal Ma’aadziir bentuk jamak dari lafal Ma’dzirah, akan tetapi tidak menurut cara yang beraturan. Makna ayat, seandainya dia mengemukakan semua alasannya, niscaya alasan-alasannya itu tidak akan diterima. Allah berfirman kepada Nabi-Nya:

لا تُحَرِّكْ بِهِ لِسَانَكَ لِتَعْجَلَ بِهِ
Move not thy tongue concerning the (Qur’an) to make haste therewith.
016. (Janganlah kamu gerakkan untuk membacanya) membaca Alquran, sebelum malaikat Jibril selesai daripadanya (lisanmu karena hendak cepat-cepat menguasainya) karena kamu merasa khawatir bacaannya tidak dapat kamu kuasai.

إِنَّ عَلَيْنَا جَمْعَهُ وَقُرْآنَهُ
It is for Us to collect it and to promulgate it:
017. (Sesungguhnya atas tanggungan Kamilah mengumpulkannya) di dadamu, maksudnya membuat kamu dapat menghafalnya (dan bacaannya) yakni membuatmu pandai membacanya; atau membuat mudah dibaca olehmu.

فَإِذَا قَرَأْنَاهُ فَاتَّبِعْ قُرْآنَهُ
But when We have promulgated it, follow thou its recital (as promulgated):
018. (Apabila Kami telah selesai membacakannya) kepada kamu melalui bacaan malaikat Jibril (maka ikutilah bacaannya itu) artinya, dengarlah dengan seksama bacaan Jibril kepadamu terlebih dahulu. Sesungguhnya Nabi saw. setelah itu mendengarkannya terlebih dahulu dengan seksama, kemudian membacanya.

ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا بَيَانَهُ
Nay more, it is for Us to explain it (and make it clear):
019. (Kemudian, sesungguhnya atas tanggungan Kamilah penjelasannya) dengan memberikan pemahaman mengenainya kepadamu. Kaitan atau hubungan korelasi antara ayat ini dengan ayat-ayat sebelumnya ialah bahwasanya ayat-ayat sebelumnya itu mengandung makna berpaling dari ayat-ayat Allah. Sedangkan pada ayat ini terkandung pengertian bersegera menguasai ayat-ayat Allah dengan cara menghafalnya.

كَلا بَلْ تُحِبُّونَ الْعَاجِلَةَ
Nay, (ye men!) but ye love the fleeting life,
020. (Sekali-kali jangan) lafal Kallaa menunjukkan makna Istiftah, yakni ingatlah (sebenarnya kalian mencintai kehidupan dunia) dapat dibaca Tuhibbuuna dan Yuhibbuuna, kalau dibaca Yuhibbuuna artinya, mereka mencintai kehidupan dunia.

وَتَذَرُونَ الآخِرَةَ
And leave alone the Hereafter.
021. (Dan meninggalkan kehidupan akhirat) karena itu mereka tidak beramal untuk menyambut hari akhirat.

وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ
Some faces, that Day, will beam (in brightness and beauty);-
022. (Wajah-wajah pada hari itu) pada hari kiamat (ada yang berseri-seri) tampak cerah dan bercahaya.

إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ
Looking towards their Lord;
023. (Kepada Rabbnyalah mereka melihat) mereka akan melihat Allah swt. di akhirat.

وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ بَاسِرَةٌ
And some faces, that Day, will be sad and dismal,
024. (Dan wajah-wajah pada hari itu ada yang muram) tampak gelap dan sangat muram.

تَظُنُّ أَنْ يُفْعَلَ بِهَا فَاقِرَةٌ
In the thought that some back-breaking calamity was about to be inflicted on them;
025. (Mereka yakin) merasa yakin (bahwa akan ditimpakan kepadanya malapetaka yang amat dahsyat) bencana yang sangat besar, yang dapat meremukkan tulang-tulang punggung.

كَلا إِذَا بَلَغَتِ التَّرَاقِيَ
Yea, when (the soul) reaches to the collar-bone (in its exit),
026. (Sekali-kali jangan) bermakna Alaa, yakni ingatlah. (Apabila telah sampai) napas (pada tenggorokan) atau kerongkongan.

وَقِيلَ مَنْ رَاقٍ
And there will be a cry, “Who is a magician (to restore him)? ”
027. (Dan dikatakan) kepadanya oleh yang ada di sekitarnya: ( “Siapakah yang dapat mengobati? “) hingga sembuh.

وَظَنَّ أَنَّهُ الْفِرَاقُ
And he will conclude that it was (the Time) of Parting;
028. (Dan dia yakin) yakni orang yang napasnya telah sampai di tenggorokan itu merasa yakin akan hal tersebut (bahwa sesungguhnya itulah waktu perpisahan) yaitu meninggalkan dunia.

وَالْتَفَّتِ السَّاقُ بِالسَّاقِ
And one leg will be joined with another:
029. (Dan bertaut betis dengan betis) betis kanan dan betis kirinya bertaut ketika ia mati. Atau makna yang dimaksud ialah saling bertaut antara sakit berpisah dengan dunia dan sakit menghadapi akhirat di dalam dirinya.

إِلَى رَبِّكَ يَوْمَئِذٍ الْمَسَاقُ
That Day the Drive will be (all) to thy Lord!
030. (Kepada Rabbmulah pada hari itu mereka dihalau) atau kepada-Nyalah mereka digiring; hal ini menunjukkan tentang adanya Amil dalam lafal Idzaa. Lengkapnya, apabila nyawa telah sampai di tenggorokan, maka ia akan dihalau menuju kepada keputusan Rabbnya.

فَلا صَدَّقَ وَلا صَلَّى
So he gave nothing in charity, nor did he pray!-
031. (Dan ia tidak mau membenarkan) yaitu manusia (dan tidak mau mengerjakan salat) ia tidak mau mempercayai rasul dan tidak pula mau mendirikan salat.

وَلَكِنْ كَذَّبَ وَتَوَلَّى
But on the contrary, he rejected Truth and turned away!
032. (Tetapi ia mendustakan) Alquran (dan berpaling) dari iman.

ثُمَّ ذَهَبَ إِلَى أَهْلِهِ يَتَمَطَّى
Then did he stalk to his family in full conceit!
033. (Kemudian ia pergi kepada ahlinya dengan berlagak) dengan langkah-langkah yang sombong.

أَوْلَى لَكَ فَأَوْلَى
Woe to thee, (O men!), yea, woe!
034. (Kecelakaanlah bagimu) di dalam ungkapan kalimat ini terkandung Iltifat dari Ghaibah, kalimat ini adalah Isim Fi’il, sedangkan huruf Lamnya menunjukkan makna Tabyin, artinya: dia menyerahkan kepadamu apa-apa yang tidak kamu sukai (maka kecelakaanlah bagimu) yakni dia lebih utama untuk diprioritaskan olehmu.

ثُمَّ أَوْلَى لَكَ فَأَوْلَى
Again, Woe to thee, (O men!), yea, woe!
035. (Kemudian kecelakaanlah bagimu dan kecelakaanlah bagimu) mengukuhkan makna ayat di atas.

أَيَحْسَبُ الإنْسَانُ أَنْ يُتْرَكَ سُدًى
Does man think that he will be left uncontrolled, (without purpose)?
036. (Apakah manusia mengira) menduga (bahwa ia akan dibiarkan begitu saja) tanpa dibebani dengan syariat-syariat; janganlah ia menduga seperti itu.

أَلَمْ يَكُ نُطْفَةً مِنْ مَنِيٍّ يُمْنَى
Was he not a drop of sperm emitted (in lowly form)?
037. (Bukankah dia dahulu) sebelum itu (setetes mani yang ditumpahkan) ke dalam rahim; lafal Yumnaa dapat pula dibaca Tumnaa.

ثُمَّ كَانَ عَلَقَةً فَخَلَقَ فَسَوَّى
Then did he become a leech-like clot; then did (Allah) make and fashion (him) in due proportion.
038. (Kemudian adalah) mani itu (menjadi segumpal darah lalu Allah menciptakannya) dari air mani itu menjadi manusia (dan menyempurnakannya) melengkapinya dengan anggota-anggota tubuh yang diperlukannya.

فَجَعَلَ مِنْهُ الزَّوْجَيْنِ الذَّكَرَ وَالأنْثَى
And of him He made two sexes, male and female.
039. (Lalu Allah menjadikan daripadanya) dari air mani yang telah menjadi segumpal darah, segumpal daging (sepasang) dua jenis (laki-laki dan perempuan) terkadang menjadi satu dan terkadang tersendiri.

أَلَيْسَ ذَلِكَ بِقَادِرٍ عَلَى أَنْ يُحْيِيَ الْمَوْتَى
Has not He, (the same), the power to give life to the dead?
040. (Bukankah yang berbuat demikian) yang mengerjakan kesemuanya itu (berkuasa pula menghidupkan orang mati?) Nabi saw. menjawab, tentu saja dapat.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: