AL-MURSALAAT (MALAIKAT-MALAIKAT YANG DIUTUS) Surat Ke-77 : 50 Ayat

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ


وَالْمُرْسَلاتِ عُرْفًا
By the (Winds) sent forth one after another (to man’s profit);
001. (Demi angin yang bertiup sepoi-sepoi) yang bertiup secara beruntun bagaikan beruntunnya susunan rambut kuda yang satu sama lainnya saling beriring-iringan. Dinashabkan karena menjadi Haal atau kata keterangan keadaan.

فَالْعَاصِفَاتِ عَصْفًا
Which then blow violently in tempestuous Gusts,
002. (Dan demi angin yang bertiup dengan kencang) yang bertiup sangat kencang.

وَالنَّاشِرَاتِ نَشْرًا
And scatter (things) far and wide;
003. (Dan demi angin yang menyebarkan rahmat) yaitu angin yang menyebarkan hujan.

فَالْفَارِقَاتِ فَرْقًا
Then separate them, one from another,
004. (Dan demi yang membedakan sejelas-jelasnya) maksudnya, demi ayat-ayat Alquran yang membedakan antara perkara yang hak dan perkara yang batil, serta yang membedakan antara perkara yang halal dan perkara yang haram.

فَالْمُلْقِيَاتِ ذِكْرًا
Then spread abroad a Message,
005. (Dan demi malaikat-malaikat yang menyampaikan peringatan) yakni malaikat-malaikat yang turun untuk menyampaikan wahyu kepada para nabi dan para rasul supaya wahyu tersebut disampaikan kepada umat-umat manusia.

عُذْرًا أَوْ نُذْرًا
Whether of Justification or of Warning;-
006. (Untuk menolak alasan-alasan atau memberi peringatan-peringatan) dari Allah swt. Menurut suatu qiraat dibaca ‘Udzuran dan Nudzuran, dengan memakai harakat damah pada kedua huruf Dzalnya.

إِنَّمَا تُوعَدُونَ لَوَاقِعٌ
Assuredly, what ye are promised must come to pass.
007. (Sesungguhnya apa yang dijanjikan kepada kalian itu) hai orang-orang kafir Mekah, yaitu mengenai hari berbangkit dan azab yang akan menimpa kalian (pasti terjadi) pasti akan terjadi.

فَإِذَا النُّجُومُ طُمِسَتْ
Then when the stars become dim;
008. (Maka apabila bintang-bintang telah dihapuskan) dihilangkan cahayanya.

وَإِذَا السَّمَاءُ فُرِجَتْ
When the heaven is cleft asunder;
009. (Dan apabila langit dibelah) atau menjadi terbelah.

وَإِذَا الْجِبَالُ نُسِفَتْ
When the mountains are scattered (to the winds) as dust;
010. (Dan apabila gunung-gunung telah dihancurkan) diletuskan hingga menjadi debu yang beterbangan.

وَإِذَا الرُّسُلُ أُقِّتَتْ
And when the messengers are (all) appointed a time (to collect);-
011. (Dan apabila rasul-rasul telah dikumpulkan di dalam suatu waktu) memakai Wau dan Hamzah sebagai Badal daripadanya yaitu, pada satu ketika rasul-rasul akan dikumpulkan.

لأيِّ يَوْمٍ أُجِّلَتْ
For what Day are these (portents) deferred?
012. (Sampai hari kapankah) yakni hari yang besar (ditangguhkan) persaksian terhadap umat-umat mereka tentang penyampaian mereka?

لِيَوْمِ الْفَصْلِ
For the Day of Sorting out.
013. (Sampai hari keputusan) di antara semua makhluk; dari pengertian ayat inilah diambil kesimpulan bagi Jawab lafal Idzaa yakni, terjadilah keputusan di antara semua makhluk.

وَمَا أَدْرَاكَ مَا يَوْمُ الْفَصْلِ
And what will explain to thee what is the Day of Sorting out?
014. (Dan tahukah kamu apakah hari keputusan itu?) ayat ini menggambarkan tentang kengerian yang terdapat di dalam hari tersebut.

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ
Ah woe, that Day, to the Rejecters of Truth!
015. (Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan) ayat ini mengandung makna ancaman bagi mereka yang tidak mempercayainya.

أَلَمْ نُهْلِكِ الأوَّلِينَ
Did We not destroy the men of old (for their evil)?
016. (Bukankah Kami telah membinasakan orang-orang yang dahulu?) disebabkan kedustaan mereka.

ثُمَّ نُتْبِعُهُمُ الآخِرِينَ
So shall We make later (generations) follow them.
017. (Lalu Kami iringi mereka dengan orang-orang yang datang kemudian) di antara orang-orang yang mendustakan seperti orang-orang kafir Mekah, maka Kami kelak akan membinasakan mereka pula.

كَذَلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِينَ
Thus do We deal with men of sin.
018. (Demikianlah) sebagaimana Kami lakukan terhadap orang-orang yang mendustakan (Kami berbuat terhadap orang-orang yang berdosa) artinya, Kami akan melakukan hal yang sama terhadap orang-orang yang berdosa yang kelak akan datang, yaitu Kami pasti akan membinasakan mereka.

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ
Ah woe, that Day, to the Rejecters of Truth!
019. (Kecelakaan besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan) sebagai pengukuh terhadap ayat sebelumnya.

أَلَمْ نَخْلُقْكُمْ مِنْ مَاءٍ مَهِينٍ
Have We not created you from a fluid (held) despicable?-
020. (Bukankah Kami menciptakan kalian dari air yang hina?) yang lemah, yaitu air mani.

فَجَعَلْنَاهُ فِي قَرَارٍ مَكِينٍ
The which We placed in a place of rest, firmly fixed,
021. (Kemudian Kami letakkan dia dalam tempat yang kokoh) tempat yang terpelihara, yaitu dalam rahim.

إِلَى قَدَرٍ مَعْلُومٍ
For a period (of gestation), determined (according to need)?
022. (Sampai waktu yang ditentukan) yaitu sampai waktu kelahirannya.

فَقَدَرْنَا فَنِعْمَ الْقَادِرُونَ
For We do determine (according to need); for We are the best to determine (things).
023. (Lalu Kami tentukan) waktu tersebut (maka sebaik-baik yang menentukan) adalah Kami.

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ
Ah woe, that Day! to the Rejecters of Truth!
024. (Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.)

أَلَمْ نَجْعَلِ الأرْضَ كِفَاتًا
Have We not made the earth (as a place) to draw together.
025. (Bukankah Kami menjadikan bumi tempat berkumpul) lafal Kifaatan adalah Mashdar dari lafal Kafata yang artinya berkumpul atau tempat untuk berkumpul.

أَحْيَاءً ‎وَأَمْوَاتًا
The living and the dead,
026. (Orang-orang hidup) pada permukaannya (dan orang-orang mati) yang ada pada perutnya.

وَجَعَلْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ شَامِخَاتٍ وَأَسْقَيْنَاكُمْ مَاءً فُرَاتًا
And made therein mountains standing firm, lofty (in stature); and provided for you water sweet (and wholesome)?
027. (Dan Kami jadikan padanya gunung-gunung yang tinggi) gunung-gunung yang menjulang tinggi (dan Kami beri minum kalian dengan air yang tawar) air yang segar dan tawar.

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ
Ah woe, that Day, to the Rejecters of Truth!
028. (Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan) kemudian pada hari kiamat dikatakan kepada orang-orang yang mendustakan:

انْطَلِقُوا إِلَى مَا كُنْتُمْ بِهِ تُكَذِّبُونَ
(It will be said:) “Depart ye to that which ye used to reject as false!
029. ( “Pergilah kamu sekalian mendapatkan azab yang dahulunya kalian mendustakannya.)

انْطَلِقُوا إِلَى ظِلٍّ ذِي ثَلاثِ شُعَبٍ
“Depart ye to a Shadow (of smoke ascending) in three columns,
030. (Pergilah kalian mendapatkan naungan yang mempunyai tiga cabang) yang dimaksud adalah asap neraka Jahanam, apabila membubung terbagi menjadi tiga, karena sangat besarnya.

لا ظَلِيلٍ وَلا يُغْنِي مِنَ اللَّهَبِ
“(Which yields) no shade of coolness, and is of no use against the fierce Blaze.
031. (Yang tidak melindungi) asap itu tidak dapat menaungi mereka dari panas hari itu (dan tiada bermanfaat) barang sedikit pun bagi mereka (untuk menolak api “) yakni api neraka.

إِنَّهَا تَرْمِي بِشَرَرٍ كَالْقَصْرِ
“Indeed it throws about sparks (huge) as Forts,
032. (Sesungguhnya neraka itu) maksudnya, api neraka itu (melontarkan bunga api) memercikkan bunga api (sebesar istana) yakni besar dan tingginya bagaikan istana.

كَأَنَّهُ جِمَالَةٌ صُفْرٌ
“As if there were (a string of) yellow camels (marching swiftly). ”
033. (Seolah-olah ia iringan unta) lafal Jimaalaatun bentuk jamak dari lafal Jimaalah, juga lafal Jimaalah ini adalah bentuk jamak dari lafal Jamalun. Menurut suatu qiraat dibaca Jimaalatun (yang kuning kehitam-hitaman) perwujudan dan warnanya. Di dalam sebuah hadis disebutkan: “Manusia yang paling buruk ialah yang hitam bagaikan aspal. ” Orang-orang Arab menamakan unta yang berwarna hitam unta kuning, demikian itu karena warna hitamnya dicampuri dengan warna kuning. Tetapi menurut pendapat yang lain bahwa arti lafal Shufrun dalam ayat ini adalah hitam, karena alasan yang telah disebutkan tadi, tetapi menurut pendapat lainnya lagi bermakna kuning. Lafal Syararun adalah bentuk jamak dari lafal Syaraarah artinya percikan atau bunga api; dan lafal Al-Qiiru/Al-Qaaru artinya belakin atau aspal.

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ
Ah woe, that Day, to the Rejecters of Truth!
034. (Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.)

هَذَا يَوْمُ لا يَنْطِقُونَ
That will be a Day when they shall not be able to speak.
035. (Ini) yakni hari kiamat ini (adalah hari yang mereka tidak dapat berbicara) sepatah kata pun.

وَلا يُؤْذَنُ لَهُمْ فَيَعْتَذِرُونَ
Nor will it be open to them to put forth pleas.
036. (Dan tidak diizinkan kepada mereka) mengemukakan alasannya (sehingga mereka dapat mengemukakan alasannya) lafal Faya’tadziruuna di’athafkan kepada lafal Yu’dzanu tanpa ada penyebab yang mengaitkannya, tetapi tetap termasuk ke dalam pengertian negatif. Artinya tiada berkenan bagi mereka untuk berbicara, maka tiada alasan bagi mereka.

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ
Ah woe, that Day, to the Rejecters of Truth!
037. (Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.)

هَذَا يَوْمُ الْفَصْلِ جَمَعْنَاكُمْ وَالأوَّلِينَ
That will be a Day of Sorting out! We shall gather you together and those before (you)!
038. (Ini adalah hari keputusan; Kami mengumpulkan kalian) hai orang-orang yang mendustakan dari kalangan umat ini, yakni umat Nabi Muhammad (dan orang-orang yang terdahulu) dari kalangan orang-orang yang mendustakan sebelum kalian; lalu kalian semuanya akan dihisab kemudian diazab.

فَإِنْ كَانَ لَكُمْ كَيْدٌ فَكِيدُونِ
Now, if ye have a trick (or plot), use it against Me!
039. (Jika kalian mempunyai tipu daya) tipu muslihat untuk melindungi diri kalian dari azab (maka lakukanlah tipu daya kalian itu terhadap-Ku) perbuatlah tipu daya kalian itu.

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ
Ah woe, that Day, to the Rejecters of Truth!
040. (Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.)

إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي ظِلالٍ وَعُيُونٍ
As to the Righteous, they shall be amidst (cool) shades and springs (of water).
041. (Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam naungan) berada dalam naungan pohon-pohon, yang pada hari itu bukan main panasnya, padahal tiada matahari (dan mata air-mata air) yang mengalir.

وَفَوَاكِهَ مِمَّا يَشْتَهُونَ
And (they shall have) fruits,- all they desire.
042. (Dan mendapat buah-buahan dari jenis-jenis yang mereka sukai) di dalam ungkapan ayat ini terkandung pengertian bahwa makanan dan minuman di surga sesuai dengan selera penghuninya masing-masing. Berbeda dengan keadaan di dunia, makanan dan minuman sesuai dengan kemampuan masing-masing. Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa itu:

كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
“Eat ye and drink ye to your heart’s content: for that ye worked (Righteousness).
043. ( “Makan dan minumlah kalian dengan enak) lafal Haniian merupakan Haal atau kata keterangan keadaan, yakni makan dan minumlah dengan seenak-enaknya (karena apa yang telah kalian kerjakan “) berupa ketaatan.

إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ
Thus do We certainly reward the Doers of Good.
044. (Sesungguhnya demikianlah Kami) sebagaimana Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang takwa (memberikan balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.)

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ
Ah woe, that Day, to the Rejecters of Truth!
045. (Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.)

كُلُوا وَتَمَتَّعُوا قَلِيلا إِنَّكُمْ مُجْرِمُونَ
(O ye unjust!) Eat ye and enjoy yourselves (but) a little while, for that ye are Sinners.
046. ( “Makanlah dan bersenang-senanglah kamu sekalian) khithab atau perintah ini ditujukan kepada orang-orang kafir di dunia (dalam waktu yang pendek) waktu yang singkat; yang batasnya adalah kematian mereka. Di dalam ungkapan ini terkandung makna ancaman terhadap mereka (sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang berdosa. “)

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ
Ah woe, that Day, to the Rejecters of Truth!
047. (Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.)

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ارْكَعُوا لا يَرْكَعُونَ
And when it is said to them, “Prostrate yourselves! ” they do not so.
048. (Dan apabila dikatakan kepada mereka, “Rukuklah “) yakni salatlah kalian (niscaya mereka tidak mau rukuk) tidak mau salat.

وَيْلٌ يَوْمَئِذٍ لِلْمُكَذِّبِينَ
Ah woe, that Day, to the Rejecters of Truth!
049. (Kecelakaan yang besarlah pada hari itu bagi orang-orang yang mendustakan.)

فَبِأَيِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُ يُؤْمِنُونَ
Then what Message, after that, will they believe in?
050. (Maka kepada perkataan apakah sesudah ini) sesudah Alquran ini (mereka akan beriman?) maksudnya, tidak mungkin mereka akan beriman kepada kitab-kitab Allah lainnya sesudah mereka mendustakannya, karena di dalam Alquran terkandung unsur I’jaz atau mukjizat yang tidak terdapat pada kitab-kitab Allah lainnya.

  1. Leave a comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: